![]() |
| Pantau 5 Indikator Tubuh Saat Tidur |
JAKARTA, KP – Tidur kerap dianggap sekadar rutinitas untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Padahal, saat seseorang terlelap, tubuh tetap menjalankan berbagai proses fisiologis penting, mulai dari regenerasi sel, pemulihan fungsi organ hingga penyeimbangan sistem metabolisme.
Karena berlangsung di luar kesadaran, proses pemulihan tersebut sering kali hanya dinilai dari kondisi tubuh ketika bangun. Rasa segar atau lelah pada pagi hari menjadi patokan sederhana untuk menilai kualitas tidur.
“Secara fisiologis, saat kita tidur tubuh tetap menjalankan berbagai proses penting yang mendukung pemulihan dan keseimbangan fungsi tubuh. Karena itu, kualitas tidur menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun, banyak dari proses tersebut berlangsung tanpa kita sadari, sehingga kita sering kali hanya menilai kualitas tidur dari bagaimana perasaan saat bangun pagi,” ujar dr. Gia Pratama, Medical Doctor & Author.
Untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara lebih objektif, Samsung menghadirkan fitur pemantauan biometrik pada Galaxy Watch Ultra2. Data fisiologis yang direkam melalui Samsung BioActive Sensor kemudian diterjemahkan Samsung Health menjadi insight visual yang lebih mudah dipahami.
Melalui fitur Vitals, Galaxy Watch Ultra2 memantau lima indikator biometrik utama saat pengguna tidur dan membandingkannya dengan baseline personal.
Lima indikator tersebut mencakup detak jantung atau Heart Rate, variabilitas detak jantung atau Heart Rate Variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, serta kadar oksigen darah atau SpO₂.
Detak jantung mencatat jumlah denyut per menit selama periode pemulihan malam. Sementara HRV memantau perubahan interval detak jantung sepanjang malam, termasuk ketika tubuh memasuki fase deep sleep.
Laju pernapasan menunjukkan jumlah tarikan napas per menit, sedangkan suhu kulit mencatat perubahan suhu permukaan tubuh selama tidur. Adapun kadar oksigen darah menunjukkan persentase oksigen yang masuk ke dalam darah.
Untuk membentuk baseline personal, fitur Vitals membutuhkan pengumpulan data tidur setidaknya selama tujuh malam berturut-turut. Pengumpulan data secara berulang memungkinkan pengguna melihat perubahan indikator tubuh berdasarkan pola istirahat personal, bukan hanya berdasarkan satu kali pengukuran.
Dari Data Biometrik Menjadi Insight
Data biometrik yang terkumpul kemudian dirangkum melalui Samsung Health dan antarmuka One UI 9 Watch menjadi sejumlah indikator yang lebih mudah dipahami.
Heart Health Score memberikan gambaran kondisi kesehatan jantung berdasarkan sejumlah faktor gaya hidup, termasuk durasi tidur, indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, dan beban vaskular.
Sementara Sleep Score merangkum kualitas tidur berdasarkan durasi total, efisiensi serta tahapan tidur yang meliputi light, deep, dan REM. Adapun Energy Score memberikan gambaran kesiapan stamina pengguna untuk menjalani aktivitas berdasarkan aktivitas fisik sebelumnya dan pemulihan pada malam hari.
“Selama ini, kita lebih sering melihat kesehatan dari apa yang terlihat di siang hari, seperti jumlah langkah atau aktivitas olahraga. Padahal, kondisi tubuh saat tidur juga memberikan konteks penting mengenai pemulihan. Melalui Vitals dan Heart Health Score di One UI 9 Watch, Galaxy Watch Ultra2 membantu mengubah data tersebut menjadi insight yang lebih mudah dipahami, sehingga pengguna dapat menentukan kapan perlu beristirahat dan kapan siap beraktivitas,” jelas Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.
Aktor sekaligus #TeamGalaxy, Maxime Bouttier, turut membagikan pengalamannya menggunakan fitur tersebut. Ia mencatat Heart Health Score 79, Sleep Score 67 dengan durasi deep sleep sekitar satu jam, serta Energy Score 74.
“Saya memakai Galaxy Watch Ultra2 hampir sepanjang waktu, termasuk saat tidur. Dari Vitals dan skor harian di Samsung Health, saya bisa melihat pola tidur saya sendiri, bukan sekadar menebak dari perasaan saat bangun pagi. Dari situ saya justru menemukan bagian yang paling perlu saya perbaiki, yaitu konsistensinya,” tutur Maxime Bouttier, Actor dan Team Galaxy.
Meski memberikan gambaran mengenai pola kesehatan dan pemulihan, skor harian tersebut bukan merupakan alat diagnosis medis.
“Angka apa pun yang kita lihat sehari-hari bukanlah diagnosis. Fungsinya adalah membantu kita mengenali kecenderungan tubuh dari waktu ke waktu. Jika pengguna melihat perubahan yang berlangsung secara konsisten atau memiliki kekhawatiran mengenai kondisi tubuhnya, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional,” tambah dr. Gia Pratama.
Terapkan Metode 4-3-2-1
Pemantauan data biometrik dapat menjadi langkah awal untuk memahami pola tidur. Namun, dr. Gia Pratama menekankan pentingnya menerapkan kebiasaan tidur atau sleep hygiene secara konsisten.
Ia menganjurkan metode 4-3-2-1 sebagai rutinitas sebelum tidur. Empat jam sebelum tidur, aktivitas fisik berat yang dapat meningkatkan denyut nadi sebaiknya dihentikan. Tiga jam sebelum tidur, konsumsi makanan berat perlu dihindari agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk beristirahat.
Selanjutnya, dua jam sebelum tidur, asupan cairan terakhir dapat dibatasi untuk membantu mengurangi kemungkinan terbangun pada malam hari. Satu jam sebelum tidur, pengguna dianjurkan mematikan layar ponsel dan mengurangi paparan blue light yang dapat mengganggu produksi melatonin.
“Kalau metode 4-3-2-1 ini dijalankan terus-menerus, seminggu saja, akan terasa bedanya saat bangun pagi. Tetapi yang perlu diingat, rutinitas yang terlalu banyak justru tidak akan dijalankan. Satu rutinitas yang dilakukan konsisten jauh lebih bermanfaat — misalnya membiasakan menyalakan alarm waktu tidur, bukan hanya alarm bangun,” tegas dr. Gia Pratama.
Tipis dan Baterai 800 mAh
Kenyamanan menjadi salah satu aspek penting karena perangkat harus dikenakan dalam waktu lama, termasuk ketika tidur. Galaxy Watch Ultra2 memiliki ketebalan 10,7 milimeter atau 12 persen lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya.
Perangkat tersebut juga menggunakan strap dengan struktur air pocket yang diklaim 26 persen lebih ringan. Sementara baterainya berkapasitas 800 mAh atau 35 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
“Buat saya, hal yang paling utama adalah kenyamanan. Galaxy Watch Ultra2 ini ringan sekali dan disertai daya tahan baterainya yang membuat saya bisa memakainya untuk berolahraga, pengisian daya terakhir saya lakukan dua hari sebelumnya,” ungkap Maxime.
Selain pemantauan kesehatan, Galaxy Watch Ultra2 dilengkapi asisten pintar Google Gemini yang dapat diakses melalui fitur Raise to Talk. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menggunakan perintah suara secara hands-free, termasuk untuk mendapatkan saran terkait suasana kamar tidur seperti tingkat kebisingan, suhu, dan pencahayaan.
“Kami merancang Galaxy Watch Ultra2 untuk dikenakan sepanjang waktu, bukan hanya saat berolahraga. Karena itu, kenyamanan, daya tahan baterai, dan fitur kesehatan menjadi bagian yang saling melengkapi. Semakin konsisten perangkat digunakan, semakin lengkap pula data yang dapat membantu pengguna memahami pola tubuh dan aktivitasnya,” tutup Tipe Sultan.
Harga dan Ketersediaan
Galaxy Watch Ultra2 hadir dalam ukuran 47mm dengan pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Gray. Perangkat tersebut dibanderol Rp10.499.000 dan telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 melalui kanal penjualan resmi Samsung.
Hingga 30 September 2026, pembelian Galaxy Watch Ultra2 mendapatkan sejumlah penawaran, antara lain cicilan mulai Rp800 ribuan per bulan, cashback hingga Rp1 jutaan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series, serta gratis berlangganan Strava selama 60 hari.
Sementara bagi pengguna yang menginginkan perangkat dengan bodi lebih ringan, Galaxy Watch9 tersedia dalam ukuran 40mm seharga Rp5.999.000 dengan pilihan warna Cream dan Graphite, serta ukuran 44mm seharga Rp6.499.000 dengan pilihan Graphite dan Silver.
Galaxy Watch9 juga dilengkapi fitur Vitals, Heart Health Score, dan Energy Score. Hingga 30 September 2026, pembeliannya mendapatkan penawaran berupa cicilan mulai Rp499 ribuan per bulan, cashback hingga Rp600 ribuan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series, serta gratis berlangganan Strava selama 60 hari.
