PONTIANAK,KP – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui Kerja Sama Internasional Tahun 2026 bersama Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).
Salah satu agenda strategis dari kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Guest Lecture yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Januari 2026, di Kampus IAIN Pontianak.
UNIMAS merupakan salah satu universitas negeri terkemuka di Malaysia yang memiliki reputasi kuat dalam bidang pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Perguruan tinggi ini dikenal aktif mengembangkan kerja sama lintas negara di bidang ilmu sosial, pendidikan, ekonomi, komunikasi, serta kajian pembangunan berkelanjutan.
Kerja sama antara IAIN Pontianak dan UNIMAS telah terjalin secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir, meliputi penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pelaksanaan international guest lecture, pertukaran akademisi, diskusi pengembangan kurikulum, hingga inisiasi riset kolaboratif dan publikasi ilmiah internasional. International Guest Lecture 2026 menjadi kelanjutan sekaligus penguatan dari kolaborasi tersebut.
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. KH. Syarif, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi institusi.
“Kerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak telah memberikan kontribusi nyata bagi penguatan akademik di IAIN Pontianak. Melalui International Guest Lecture ini, kami mendorong pertukaran keilmuan, penguatan riset kolaboratif, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi yang berorientasi global,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, International Guest Lecture diselenggarakan secara paralel di sejumlah fakultas dengan menghadirkan pimpinan universitas, dekan fakultas, dosen, serta akademisi UNIMAS.
Di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), kegiatan digelar pada 13 Januari 2026 dengan tema “Transformasi Pembelajaran Bahasa Asing dalam Era Kecerdasan Buatan.”
Diskusi menghadirkan Dekan Fakultas Pendidikan, Bahasa, dan Komunikasi UNIMAS Dr. Dilah bin Tuah serta narasumber FTIK IAIN Pontianak, dengan fokus pada inovasi pembelajaran bahasa asing berbasis kecerdasan buatan.
Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengangkat tema “Penyelidikan Akademik vs Penyelidikan Industri: Dua Enjin Pengetahuan, Inovasi, dan Daya Saing Negara.”
Diskusi menyoroti peran strategis riset akademik dan industri dalam mendorong inovasi dan daya saing nasional, dengan menghadirkan Prof. Dr. Mohammad Affendy Arip dari UNIMAS.
Fakultas Syariah IAIN Pontianak bekerja sama dengan UNIMAS mengusung tema “Circular Economy and Sustainability.”
Kegiatan ini menyoroti isu keberlanjutan dan ekonomi sirkular dalam perspektif kebijakan dan keilmuan, sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi akademik.
Adapun Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA) bersama Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Sistem Maklumat Geografi (GIS): Kenapa?” Diskusi menghadirkan akademisi UNIMAS Prof. Gs. Dr. Tarmiji bin Masron dan membahas urgensi Sistem Informasi Geografis dalam kajian keislaman, komunikasi, serta pengembangan kebijakan berbasis data spasial.
Melalui rangkaian International Guest Lecture 2026 ini, IAIN Pontianak menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang terbuka, adaptif terhadap perkembangan global, serta berorientasi pada penguatan kolaborasi internasional yang berkelanjutan bersama UNIMAS. (*)


