Post Top Ad

Teknologi

Nasional

Post Top Ad

KalbarSekitar Kita

Tidak Ada Atraksi Naga Di Perayaan Imlek Tahun 2021

PONTIANAK - Edwin dan anggota Yayasan Panca Bhakti Pontianak sibuk menata lampion-lampion di Sekretariat Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak, Selasa (2/2). Rencananya lampion itu akan dipasang di sepanjang Jalan Gajah Mada Pontianak untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun 2021 ini.
Namun ada penampakan yang berbeda. Di antara kesibukan mereka tidak tampak adanya replika naga-naga yang identik dengan perayaan Imlek seperti tahun-tahun sebelumnya. Edwin memastikan naga-naga itu tidak turun dari singasananya mengingat masih dalam kondisi pandemi.
 

 

“Kalau nagakan pemainnya banyak, nanti terjadi kerumunan susah juga,” kata Edwin.
Terlebih, kata dia hal ini untuk menghindari kerumunan penonton. Apalagi pemerintah telah melarang adanya perayaan Imlek dan Cap Go Meh seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi lebih penting kitalah (kesehatan). Jadi kita mendukung larangan pemerintah untuk meniadakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh,” tuturnya.
Kata Edwin, tahun ini perayaan Imlek akan lebih sederhana. Tidak hanya naga yang tidak diturunkan, melainkan jumlah pemasangan lampion juga berkurang. Berbeda dengan tahun lalu yang dipasang di sepanjang jalan Gajah Mada, Tanjung Pura, Diponegoro dan Pahlawan. Tahun ini hanya sekitar seribuan lampion saja yang akan dipasang di sepanjang jalan Gajah Mada Pontianak.
Selain itu, perbedaan dengan tahun lalu ialah terkait konsep lampionnya. Tak hanya lampion merah yang dipasang, melainkan ada juga lampion yang berbentuk koin tradisional. Edwin tidak menjelaskan secara detail makna dari koin itu sendiri, tapi yang jelas, kata dia koin ini melambangkan harapan rejeki di tahun ini.
“Konsep sebelumnyakan lampion warna merah, tahun ini kita bentuk koin tradisional maknanya simbol rejeki,” tuturnya.
Pemasangan lampion ini bekerjasama dengan Yayasan Bhakti Suci. Perihal bahan dan alat lampion, seperti lampion, lampu dan alat-alatnya yang lain disediakan oleh Yayasan Bhakti Suci. Sementara untuk urusan teknis seperti pemasangan di jalan akan dikerjakan oleh Edwin dan kawan-kawannya yang lain dari Pemadam Kebakaran Panca Bhakti.
“Jadi kita saling bantu,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Generasi Muda Bhuddhis Indonsia (Gemabudhi) Provinsi Kalbar, Steven Greatness mengatakan, dengan tidak adanya replika naga dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini tidak akan mengurangi kadar atau nilai ibadah itu sendiri. Pasalnya, naga maupun barongsai hanya simbol.
“Atraksi naga maupun barongsai intinya tidak mengurangi makna perayaan Imlek itu,” kata Steven.
Menurut Steven, masyarakat yang akan merayakan Imlek tahun ini pasti memahami dan mempertimbang kondisi saat ini apabila pegelaran atraksi naga itu tetap dilakukan sebagai bagian perayaan Imlek.
Pertimbangannya adalah, dikhawatirkan akan terjadi kerumunan sehingga menciptakan klaster baru. Jadi, kata dia tahun ini masyarakat Budha akan melakukan ritual ibadah di Klenteng dan Viara saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Selain itu, Imlek pun kemungkinan akan dirayakan hanya dengan keluarga inti saja. Sementara untuk kerabat yang jauh, kemungkinan komunikasi dan silahturahmi akan dilakukan secara daring.
“Jadi dengan tiadanya atraksi naga maupun barongsai itu tidak akan mengurani nilai Imlek. Bagian dari perayaan imlek intinya itu berkumpul dengan keluarga dan makan bersama dan bermaaf-maafan,” tuturnya.
“Di momentum Imlek tahun ini, saya berharap tahun ini seluruh masyarakat Indonesia, khusus di Kalbar dapat lebih baik dan sukses serta diberikan kelancaran rejeki,” tambahnya lagi. (*)

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad